PROFIL DESA

Desa Sukasari

Membangun masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan bermartabat berlandaskan nilai-nilai luhur budaya dan agama.

Sejarah Desa

Legenda Desa Sukasari

Desa Sukasari terdiri dari dua suku kata yaitu Suka( Seneng ) dan Sari ( Inti ), jadi Sukasari mempunyai arti menyukai yang inti /isi, sehingga merupakan simbol bahwa masyarakat Desa Sukasari tidak menyukai masalah yang todak ada artinya.
Pada awalnya Deaa Sukasari terdiri dari dua bagian wilayah Desa, yaitu Desa Barengkok dan Desa Janlapa namun setelah zaman kemerdekaan dijadikan satu menjadi Sukasari.

Terbentuknya Desa Sukasari
Bangsa dijajah Belanda selama 3,5 abad atau 350 tahun, pada zaman itu pula Bangsa kolonial Belanda menguasai segala aset yang ada di Bumi Pertiwi ini, tidak terkecuali di Desa Sukasari, masyarakat Desa Sukasari mendapatkan tekanan yang sangat hebat dari Penjajah dan antek-anteknya, namun demikian masyarakat Desa Sukasari mampu bangkit dari tekanan tersebut.
Sejarah mencatat bahwa awalnya Desa Sukasari terbentuk menjadi 2 ( dua ) bagian wilayah Desa antara Barat dan Timur disetiap wilayah dipimpin seorang Lurah pada waktu itu, wilayah Barat dipimpin oleh seorang Lurah bernama PANGSUR dan wilayah Timur dipimpin oleh seorang Lurah bernama R.ATENGPURA sampai sekarang dari dua keturunan tersebut masih ada. Konon menurut cerita orang-orang dulu di Desa Sukasari ada Tuan Tanah yang menguasai seluruh tanah yang ada di Desa Sukasari dan itu terjadi setelah zaman kemerdekaan, menurut cerita pula pada waktu itu Tuan Tanah beserta antek-anteknya mengambil paksa tanah masyarakat sehingga banyak masyarakat yang kehilangan tanahnya.
Dalam situasi demikian munculah para pemikir yang mempersatukan yang ingin menyelamatkan hak-hak masyarakat yang sudah hilang, hingga 2 wilayah kepemimpinanpun bersatu untuk melakukan perlawanan dengan menggempur Tuan tanah dan merebut kembali tanah masyarakat yang sudah dikuasai Tuan tanah tersebut, berkat keberanian masyarakat dan bersatunya 2 Lurah Barat dan Timur hingga mampu mengembalikan tanah masyarakat walaupun tidak semuanya dikuasai kembali oleh masyarakat.
Setelah kejadian itu, Lurah yang berada di wilayah Barat ( Barengkok ) yaitu Lurah Pangsur mengundurkan diri hingga akhirnya tinggal satu kepemimpinan Lurah yaitu Lurah Pura (Atengpura),, dengan bersatunya 2 Lurah menjadi 1 akhirnya masyarakat sepakat manamakan wilayah ini menjadi ”SUKASARI,” berdasarkan narasumber bahwa pada kala itu Lurah Pura menyerahkan tampuk kepemimpinannya kepada Lurah Soleh, tidak lama kemudian disaat wilayah sudah dalam keadaan nyaman untuk pertama kalinya diadakan pemilihan Kepala Desa dengan calon pada saat itu SOLEH dan RD.DA`ING dan dimenangkan oleh SOLEH serta dinobatkan sebagai Kepala Desa Sukasari pertama masa jabatan (1960-1970).
Karena Kepala Desa Soleh sudah tua dan sakit-sakitan maka jabatan Kepala Desa dijalankan oleh anaknya yaitu HMT.CHAERUDIN sampai masa akhir jabatan pada tahun 1970.
Pada tahun 1971 pemilihan Kepala Desa diadakan kembali untuk kedua kalinya secara Demokrasi dan dipilih langsung oleh masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku pada saat itu.

Kepala Desa Sukasari pada zaman penjajahan Belanda adalah :
1. PANGSUR ( 1930-1942 ) Lurah Barengkok
2. R.ATENGPURA ( 1930-1942) Lurah Kertasari/Janlapa
3. Awang, Juru Tulis
Kepala Desa Pasca Kemerdekaan adalah :
4. Soleh ( 1960-1970 )


Kepala Desa setelah Orde Baru sanpai saat ini
5. HMT.CHAERUDIN 2 Periode ( 1971-1992 ) Sekdes ME.DULMUTI, UJANG SUNARYA
6. WAWAN SUSWANDI (1992-2002)
Sekdes UJANG SUNARYA
7. BAHRUM, Spd ( 2002-2007 ) Sekdes SAEPUL WAHID
8. ENCEP DULMUIS ( 2007-2013 ) Sekdes SAEPUL WAHID
9. SURYANTO ( 2013-2019 ) Hingga saat ini
Sekdes SAEPUL WAHID
10. H. EDIH JUHADI (2019-2027) Sekdes SARDANI

Kebudayaan masrakat Desa Sukasari yang ada sejak zaman dahulu diantaranya : Tradisi Ngaruat Lembur, Tradis Ziarah, Tradis Hajat Tujun Bulan, Tradisi Ngembang, Ngabesan, Ngunjuangan dan lain-lain.

Dalam kondisi tersebut Desa Sukasari memiliki catatan sejarah yang telah dialami terhadap pembangunan desa yang dapat dilihat pada tabel 2.1 sebagai berikut

Visi & Misi

Visi Kami

Mewujudkan Sumber daya manusia menuju kehidupan masyarakat menuju kehidupan masyarakat sejahtera, cerdas dan bermartabat dilandasi ima dan taqwa

Misi Kami

1. Meningkatkan Sumber Daya Aparatur Pemerintahan Desa dan Memfungsionalisasikan Kelembagaan yang Memadai;
2. Mengembangkan Potensi Desa Dalam Peningkatan Perekonomian Menuju Masyarakat Sejahtera dan Bermartabat;
3. Meningkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap Pembangunan Sebagai Penopang Kemajuan Pemerintahan Desa Disegala Bidang.